Jumat, 12 Oktober 2018

DEFINISI BUDAYA

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budia atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. 
Sebelumnya pada tahun 1843 para ahli antropologi memberi arti kebudayaan sebagai cara mengolah tanah, usaha bercocok tanam, sebagaimana tercermin dalam istilah agriculture dan holticulture. Hal ini bisa kita mengerti karena istilah culture berasal dari bahasa Latin colere yang berarti pemeliharaan, pengolahan tanah pertanian. Pada arti kiasan kata itu juga berarti "pembentukan dan pemurnian jiwa". Seorang antropolog lain, E.B. Tylor (1871), dalam bukunya yang berjudul Primitive Culture (New York ; Brentano's, 1924), hal 1, yang mendefinisikan pengertian kebudayaan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. 


Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.


Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

CONTOH-CONTOH KASUS ATAU KONFLIK YANG TERJADI AKIBAT PERBEDAAN BUDAYA YANG ADA DI INDONESIA MAUPUN LUAR NEGERI.

CONTOH-CONTOH KASUS YANG TERJADI DI INDONESIA :

1. Konflik Maluku
Konflik ini adalah konflik kekerasan dengan latar belakang perbedaan agama yakni antara kelompok Islam dan Kristen. Konflik Maluku disebut menelan korban terbanyak yakni sekitar 8-9 ribu orang tewas. Selain itu, lebih dari 29 ribu rumah terbakar, serta 45 masjid, 47 gereja, 719 toko, 38 gedung pemerintahan, dan 4 bank hancur. Rentang konflik yang terjadi juga yang paling lama, yakni sampai 4 tahun.
2. Tragedi Sampit
Tragedi ini bermula dari konflik antara kelompok etnis Dayak dan Madura yang terjadi di Sampit, Kalimantan Tengah. Tempo mencatat konflik bermula pada 18 Februari 2001 saat empat anggota keluarga Madura, Matayo, Haris, Kama dan istrinya, tewas dibunuh. Warga Madura lantas mendatangi rumah milik suku Dayak bernama Timil yang dianggap telah menyembunyikan si pembunuh. Massa meminta agar Timil menyerahkan pelaku pembunuhan itu. Karena permintaan mereka tidak dituruti, massa marah dan membakar rumah. Insiden malam itu dapat dihentikan polisi. Sayang, pembakaran terus meluas ke rumah-rumah lainnya.
Warga Dayak pinggiran Sampit pun mulai berdatangan, baik melalui darat maupun sungai. Etnis Madura dikejar dan dibunuh. Penduduk asli sepertinya tahu di mana kantong-kantong warga Madura berada. Tua-muda pria-wanita menjadi sasaran pembunuhan. Di beberapa ruas jalan, tampak bergelimangan tubuh korban tanpa kepala.
Sebagian besar warga dari etnis Madura harus diungsikan ke Jawa Timur dan Jawa Tengah. Korban bertambah dan sudah tidak bisa dihitung berapa rumah dan fasilitas umum yang terbakar. Diperkirakan korban jiwa mencapai angka 469 orang dalam konflik yang berlangsung selama 10 hari ini.
CONTOH-CONTOH KASUS YANG TERJADI DI LUAR NEGERI :

1. Konflik kulit hitam dan kulit putih di Amerika

Contoh konflik antar ras yang pertama yaitu konflik yang terjadi antara orang-orang kulit hitam (ras negroid) dengan orang kulit putih (kaukasia) di Negeri Paman Sam, Amerika. Konflik ini muncul akibat adanya diskriminasi ras kulit putih terhadap ras kulit hitam. Diskriminasi ini terjadi akibat perjalanan sejarah panjang masuknya Bangsa Eropa ke Amerika pada pertengahan abad ke 17.
Orang kulit putih pada masa itu membawa banyak orang kulit hitam ke benua baru ini sebagai budak dan pekerja. Seiring berjalannya waktu, tradisi menjadikan orang kulit hitam sebagai budak tetap ada sekalipun zaman telah berubah. Tradisi ini membuat sikap diskriminatif selalu muncul pada orang-orang berkulit putih.
Tak terima dengan kondisi yang ada, orang kulit hitam kemudian melakukan perlawanan sehingga terciptalah konflik horizontal yang masih sering terjadi hingga saat ini. kendati demikian, terpilihnya Barrack Obama sebagai presiden Amerika pertama yang berkulit hitam menunjukan bahwa kesadaran akan kesamaan hak telah muncul dalam diri orang-orang kulit putih. 

2. Konflik Rohingya di Myanmar

Etnis Rohingya di Myanmar hingga saat ini kerap diperlakukan secara diskriminatif oleh pemerintah Myanmar. Perbedaan asal usul etnis Rohingya yang minoritas dengan mayoritas masyarakat Myanmar membuat konflik ini sulit terselesaikan. Ditambah lagi dengan kondisi etnis Rohingya yang berlatar belakang Muslim, membuat pemerintah Myanmar semakin menganggap mereka bukanlah bagian dari warga Myanmar.



SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar