Selasa, 19 Mei 2020


PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET

Apa Itu Psikologi Dan Internet ?
§  Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa.
§  Secara sederhana, Internet adalah kumpulan dari jutaan komputer di seluruh dunia yang terkoneksi antara yang satu dengan yang lain. Media koneksi yang digunakan bisa melalui sambungan telpon, serat optik (fiber optic), kabel koaksial (coaxial cable), satelit atau dengan koneksi wireless.

PENGGUNAAN INTERNET DIDUNIA PSIKOLOGI
Zaman semakin berkembang, ilmu pengetahuan dan teknologipun mengalami kemajuan yang pesat. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek kehidupan manusia yang semakin meningkat jumlah kebutuhannya seiring berkembangnya zaman.
Contoh perkembangan zaman antara lain adalah
1.    Globalisasi,
2.    Teknologi yang semakin canggih.
Perkembangan teknologi yang semakin canggih ini, memiliki berbagai dampak postif dan negatif di semua aspek kehidupan manusia. Salah satu contoh positif dari perkembangan teknologi yang pesat adalah memudahkan manusia untuk memperoleh informasi dari berbagai sumber, misalnya televisi, radio, media cetak, maupun media elektronik seperti internet. Perkembangan teknologi juga memiliki dampak negatif, yaitu salah satunya adalah keterbukaan informasi yang tidak bertanggung jawab yang didapatkan dari sumber-sumber informasi di atas salah satunya internet.
Hampir semua orang dapat mengakses berbagai informasi dari internet. Salah satunya adalah informasi di bidang psikologi yaitu mengenai alat-alat tes psikologis. Saat ini, banyak sekali alat-alat tes psikologi tidak terjamin kerahasiaannya karena keterbukaan yang tidak bertanggung jawab tersebut. Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet. Menurut Djamaludin Ancok, kini semakin sulit untuk merahasiakan alat tes karena begitu mudahnya berbagai tes diperoleh melalui internet. Program tes inteligensi seperti tes Raven, dan Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut. Apabila tes-tes psikologi tersebut bocor, maka penulis memiliki kekhawatiran akan banyaknya biro-biro psikologi yang gulung tikar. Karena masyarakat akan mempunyai asumsi bahwa mereka tidak perlu lagi untuk datang ke biro psikologi untuk melakukan berbagai macam tes psikologis.
Penulis sangat meyakini bahwa yang membuat dan menjual alat-alat tes psikologi melalui internet maupun buku di toko-toko buku yang ada adalah bukan orang-orang yang berasal atau bergerak di bidang psikologi dan minimal dari jurusan psikologi. Karena orang-orang yang benar-benar bergerak di bidang psikologi tersebut memiliki kode etik psikologi. Hal ini di dukung oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) yang akan mengajukan Rancangan Undang-undang Psikologi ke DPR. RUU ini dibuat karena banyak terjadi penyimpangan dalam profesi psikolog. Ketua Himpsi, Rahmat Ismail, menyatakan saat ini banyak profesi yang bukan psikolog, melakukan tugas-tugas yang seharusnya hanya bisa dilakukan oleh seorang psikolog. Misalnya, melakukan rekrutmen. Padahal, kata Rahmat, rekrutmen jelas-jelas merupakan kompetensi dari psikolog.
Dampak negatif lain dari kebocoran tes-tes psikologis adalah tes-tes tersebut menjadi tidak valid. Artinya adalah alat tes tersebut tidak dapat mengukur apa yang seharusnya di ukur, karena subjek atau orang yang mengikuti tes psikologis itu sudah mengetahui apa yang akan ia jawab dalam tes tersebut. Oleh karena itu, meraka akan membuat-buat atau mengada-ada setiap jawaban yang mereka berikan dalam tes tersebut. Hal ini disebabkan karena setiap orang tidak mau mendapatkan hasil tes psikologis yang kurang bagus, karena hal tersebut dapat memunculkan berbagai asumsi terhadap dirinya.
Dampak Psikologi Bagi Pengguna Internet
Dalam dampaknya terhadap psikologi seseorang, biasanya terdapat beberapa ciri dimana terdapat perubahan perilaku akibat dari dampak penggunaan internet. dalam hal ini saya akan menjelaskan mengenai 3 hal tersebut antara lain :
1.    Pornografi
2.    Game online
3.    Social media

Dalam dunia yang semakin maju dengan teknologi maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa internet yang merupakan bagian dari kemajuan teknologi ini mempunyai dampak psikologis yang cukup besar. Menurut saya internet sangat penting bagi kehidupan karena kita dapat dengan mudah mendapatkan informasi tetapi hal tersebut tergantung dari setiap individu dimana kita dapat menentukan mana yang baik-buruknya kita. seperti yang kita ketahui sekarang internet banyak mengandung unsur pornografi yang sangat mudah ditemukan hal tersebut tentu berdampak buruk bagi anak-anak dibawah umur serta game online yang dapat membuat individu mengalami kecanduan. Hal yang parahnya lagi banyak sekarang ditemui anak-anak sekolah tidak masuk sekolah karena game online tentu hal tersebut merupakan suatu dampak yang buruk serta social media dimana dapat membuat seseorang merasakan dampak psikologis seperti senang,sedih ataupun hal lainnya. terdapat juga ditemukan beberapa kasus dimana anak sma melihat status mantan pacarnya lalu sang mantan tersebut mencoba untuk membunuh mantannya yang pacaran tadi . tentu hal tersebut merupakan suatu hal yang mengerikan akibat dari dampak buruknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar