PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI
INTERNET
Apa Itu Psikologi Dan Internet ?
§ Psikologi berasal dari kata dalam bahasa
Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche
berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan
sebagal ilmu jiwa.
§ Secara sederhana, Internet adalah kumpulan dari jutaan
komputer di seluruh dunia yang terkoneksi antara yang satu dengan yang lain.
Media koneksi yang digunakan bisa melalui sambungan telpon, serat optik (fiber
optic), kabel koaksial (coaxial cable), satelit atau dengan koneksi wireless.
PENGGUNAAN INTERNET DIDUNIA
PSIKOLOGI
Zaman semakin berkembang, ilmu
pengetahuan dan teknologipun mengalami kemajuan yang pesat. Hal tersebut dapat
dilihat dari berbagai aspek kehidupan manusia yang semakin meningkat jumlah
kebutuhannya seiring berkembangnya zaman.
Contoh perkembangan zaman antara
lain adalah
1.
Globalisasi,
2.
Teknologi yang semakin canggih.
Perkembangan teknologi yang semakin
canggih ini, memiliki berbagai dampak postif dan negatif di semua aspek
kehidupan manusia. Salah satu contoh positif dari perkembangan teknologi yang
pesat adalah memudahkan manusia untuk memperoleh informasi dari berbagai
sumber, misalnya televisi, radio, media cetak, maupun media elektronik seperti
internet. Perkembangan teknologi juga memiliki dampak negatif, yaitu salah
satunya adalah keterbukaan informasi yang tidak bertanggung jawab yang
didapatkan dari sumber-sumber informasi di atas salah satunya internet.
Hampir
semua orang dapat mengakses berbagai informasi dari internet. Salah satunya
adalah informasi di bidang psikologi yaitu mengenai alat-alat tes psikologis.
Saat ini, banyak sekali alat-alat tes psikologi tidak terjamin kerahasiaannya
karena keterbukaan yang tidak bertanggung jawab tersebut. Melalui internet kita
dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh
layanan tes psikologi secara langsung dari internet. Menurut Djamaludin Ancok, kini
semakin sulit untuk merahasiakan alat tes karena begitu mudahnya berbagai tes diperoleh
melalui internet. Program tes inteligensi seperti tes Raven, dan Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui
compact disk. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan
mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan
kecepatan pembocoran melalui internet tersebut. Apabila tes-tes psikologi tersebut
bocor, maka penulis memiliki kekhawatiran akan banyaknya biro-biro psikologi
yang gulung tikar. Karena masyarakat akan mempunyai asumsi bahwa mereka tidak
perlu lagi untuk datang ke biro psikologi untuk melakukan berbagai macam tes
psikologis.
Penulis
sangat meyakini bahwa yang membuat dan menjual alat-alat tes psikologi melalui
internet maupun buku di toko-toko buku yang ada adalah bukan orang-orang yang
berasal atau bergerak di bidang psikologi dan minimal dari jurusan psikologi. Karena
orang-orang yang benar-benar bergerak di bidang psikologi tersebut memiliki
kode etik psikologi. Hal ini di dukung oleh Himpunan Psikologi Indonesia
(HIMPSI) yang akan mengajukan Rancangan Undang-undang Psikologi ke DPR. RUU ini dibuat karena banyak terjadi
penyimpangan dalam profesi psikolog. Ketua Himpsi, Rahmat Ismail, menyatakan
saat ini banyak profesi yang bukan psikolog, melakukan tugas-tugas yang
seharusnya hanya bisa dilakukan oleh seorang psikolog. Misalnya, melakukan
rekrutmen. Padahal, kata Rahmat, rekrutmen jelas-jelas merupakan kompetensi
dari psikolog.
Dampak
negatif lain dari kebocoran tes-tes psikologis adalah tes-tes tersebut menjadi
tidak valid. Artinya adalah alat tes tersebut tidak dapat mengukur apa yang
seharusnya di ukur, karena subjek atau orang yang mengikuti tes psikologis itu
sudah mengetahui apa yang akan ia jawab dalam tes tersebut. Oleh karena itu,
meraka akan membuat-buat atau mengada-ada setiap jawaban yang mereka berikan
dalam tes tersebut. Hal ini disebabkan karena setiap orang tidak mau
mendapatkan hasil tes psikologis yang kurang bagus, karena hal tersebut dapat
memunculkan berbagai asumsi terhadap dirinya.
Dampak Psikologi Bagi Pengguna Internet
Dalam
dampaknya terhadap psikologi seseorang, biasanya terdapat beberapa ciri dimana
terdapat perubahan perilaku akibat dari dampak penggunaan internet. dalam hal
ini saya akan menjelaskan mengenai 3 hal tersebut antara lain :
1. Pornografi
2. Game online
3. Social media
Dalam
dunia yang semakin maju dengan teknologi maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa
internet yang merupakan bagian dari kemajuan teknologi ini mempunyai dampak
psikologis yang cukup besar. Menurut saya internet sangat penting bagi
kehidupan karena kita dapat dengan mudah mendapatkan informasi tetapi hal
tersebut tergantung dari setiap individu dimana kita dapat menentukan mana yang
baik-buruknya kita. seperti yang kita ketahui sekarang internet banyak
mengandung unsur pornografi yang sangat mudah ditemukan hal tersebut tentu
berdampak buruk bagi anak-anak dibawah umur serta game online yang dapat
membuat individu mengalami kecanduan. Hal yang parahnya lagi banyak sekarang
ditemui anak-anak sekolah tidak masuk sekolah karena game online tentu hal
tersebut merupakan suatu dampak yang buruk serta social media dimana dapat
membuat seseorang merasakan dampak psikologis seperti senang,sedih ataupun hal
lainnya. terdapat juga ditemukan beberapa kasus dimana anak sma melihat status
mantan pacarnya lalu sang mantan tersebut mencoba untuk membunuh mantannya yang
pacaran tadi . tentu hal tersebut merupakan suatu hal yang mengerikan akibat
dari dampak buruknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar